Type something and hit enter

By On
Sipakguru.com, kali ini kami akan membahas Teks Eksplanasi tentang perlawanan Ulama Pangeran Diponegoro. Sebelum nya mari kita bahas apa yang dimaksud dengan teks Eksplanasi. Kata Ekspanasi sebenarnya berasal dari kata Explain yang berarti menjelaskan.

Pengertian Teks Eksplanasi dalam bahasa Indonesia adalah Sebuah teks atau tulisan yang membahas tentang mengapa dan bagaimana, teks eksplanasi berisikan penjelasan tentang sebab terjadiya suatu peristiwa.

Adapun Struktur teks eksplanasi bisa terdiri dari 3 bagian yaitu :

1. Identifikasi fenomena, yaitu mengidentifkasi sesuatu yang akan diterangkan, seperti fenomena alam, sosial, budaya, dan fenomena-fenomena lain.
2. Proses kejadian, yaitu penggambaran rangkaian kejadian yang dapat disusun dengan pola kausalitas atau kronologis, sebagai perincian atas kejadian yang relevan dengan identifikasi fenomena.
3. Ulasan, yaitu komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumnya.

Teks Eksplanasi Pangeran Diponegoro
Teks Eksplanasi Pangeran Diponegoro

Proses kejadian pada teks eksplanasi 'Perlawanan Ulama Pejuang: Pangeran Diponegoro:

1. Paragraf 2
Pada tanggal 20 Juli 1825 rumah kediaman Pengeran Diponegoro di Tegalrejo diserang dan dikepung oleh pasukan berkuda di bawah pimpinan Chevalier dengan maksud untuk menangkap Pengeran Diponegoro.

2. Paragraf 3
Dalam pertempuran itu Pangeran Diponegoro dan Pangeran Mangkubumi lolos. Namun, rumah Pangeran Diponegoro dibakar oleh Belanda.

3. Paragraf 4
Pasukan Pangeran Diponegoro dibagi menjadi beberapa batalyon dan setiap batalyon diberi nama sendiri misalnya Turkiya, Arkiya, dan sebagainya.

4. Paragraf 5
Dalam peperangannya, Pangeran Diponegoro mempergunakan sistem gerilya.

5. Paragraf 6
- Untuk menghindari serbuan Belanda, Pangeran Diponegoro memindahkan pusat pertahanannya ke Daksa (sebelah barat laut Yogyakarta).
-  Pangeran Diponegoro mengangkat dirinya sebagai kepala negara dengan gelar “Sultan Abdulhamid Herucakra Amirulmukminin Sayidin Panatagama Kalifatullah Tanah Jawa”
- Setelah diadakan penobatan, didirikanlah pusat negara, yakni Plered yang ditangani oleh Kerta Pengalasan.

6. Paragraf 7
- Pada tanggal 9 Juni 1826, dengan kekuatannya yang besar, Belanda berusaha menyerang Plered tetapi gagal.
- Untuk meningkatkan pertahanan di Plered, Kerta Pengalasan diganti oleh dua orang pemuda yang gagah berani yaitu Sentot yang bergelar Ali Basah Prawiradirja dan Prawirakusuma yang kedua-duanya masih berusia 16 tahun.

7. Paragraf 8
- Pada permulaan Juli 1826 Belanda mengulangi serangannya ke Daksa lagi.
- Pada bulan Oktober 1826 pasukan Pangeran Diponegoro menyerang Belanda di Gawok, sebelah barat daya Surakarta dan mendapat kemenangan yang gemilang.

8. Paragraf 9
Pada tanggal 17 November 1826 Pangeran Diponegoro berangkat ke Pengasih (sebelah barat Yogyakarta) untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda lagi. Perlawanan antara kedua belah pihak itu berhenti setelah diadakan gencatan senjata (10 Oktober 1827) wakil-wakil dari kedua belah pihak mengadakan perundingan, tetapi mengalami kegagalan.

9. Paragraf 10
Pangeran Diponegoro mendirikan keraton di Sambirata (dekat Pengasih) sebagai pusat negara baru. Belanda (tahun 1828) mulai mendirikan bentengbenteng secara teratur dengan maksud untuk mempersempit daerah kekuasaan Pangeran Diponegoro.

10. Paragraf 11
Untuk menangkap Pangeran Diponegoro, Belanda mengeluarkan maklumat (21 September 1829) yang menyatakan bahwa barang siapa dapat menangkap Pangeran Diponegoro baik hidup atau mati akan diberi hadiah sebanyak 50.000 gulden beserta tanah dan kehormatan.

11. Paragraf 12
Sejak akhir tahun 1828 kedudukan Pangeran Diponegoro menjadi makin sulit karena beberapa sebab.Kyai Maja ditangkap oleh Belanda (12 Oktober 1828) yang kemudian dibuang ke Manado

12. Paragraf 13
- Sentot terpaksa menyerah kepada Belanda dengan pasukannya (16 Oktober 1828) karena kesulitan biaya dan termakan oleh bujukan Belanda.
- Istri Pangeran Diponegoro (R.A Ratnaningsih) beserta puteranya tertangkap oleh Belanda (14 Oktober 1829).

13. Paragraf 14
Belanda menawarkan perundingan kepada Pangeran Diponegoro ( tahun 1830) bertempat di markas Belanda Magelang.

14. Paragraf 15
Sehari sesudah Lebaran (28 Maret 1830) Pangeran Diponegoro beserta pengikut-pengikutnya memasuki kota Magelang untuk mengadakan kunjungan kehormatan dan persahabatan dengan Jenderal de Koc

Ulasan Teks Eksplanasi Perlawanan Ulama Pangeran Diponegoro

Pada tahun 1825 Belanda bermaksud menyambung dan memperlebar jalan melaui tanah makam leluhur Pangeran Diponegoro dengan tidak minta izin lebih dulu kepada pangeran Diponegoro.Hal itu menyebabkan  Pangeran Diponegoro marah karena mengesampingkan beliau sebagai wali raja sekaligus ulama kharismatis dari kesultanan Yogyakarta.
(sumber : Brainly.co.id)

Click to comment