Type something and hit enter

By On
Sipakguru.com pada postingan kali ini kami akan membahas tentang makna dan isi puisi dengan judul Surat dari Ibu. Puisi Surat dari ibu ini merupakan ciptaan dari Asrul Sani. Puisi Surat dari Ibu berisikan sebanyak 3 Bait. Pelajaran Bahasa Indonesia pada tema Puisi, Puisi dengan judul Surat dari Ibu terdapat pada siswa tingkat SMP.

Pada buku pelajaran Bahasa Indonesia SMP, terdapat soal yang berisikan tentang Puisi Surat dari Ibu, berikut analisa singkat dari Puisi yang berjudul Surat dari Ibu.
Makna dan Isi Puisi Surat dari Ibu
Makna dan Isi Puisi Surat dari Ibu

Bait I Puisi Surat dari Ibu.

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
mencari pengalaman dan menambah wawasan
laut lepas = kata simbol (=dunia / masyarakat / ilmu pengetahuan / kehidupan)

Baris 2
pergi ke alam bebas!
Alam bebas = kt. Simbol (=membebaskan pikiran; menambah wawasan agar pergaulan dan pengetahuannya luas)

Baris 3 Puisi Surat dari Ibu.
Selama hari belum petang
Selama sang anak belum menadi tua
Petang = kiasan; simbol (=tua)

Baris 4
dan warna senja belum kemerah-merahan
Dan pemikirannya belum penuh dengan beban pemikiran tentang hidup
Senja belum kemerah-merahan = suasana suram / pekat; menggambarkan pikiran orang tua yang penuh dengan permasalahan hidup

Baris 5
menutup pintu waktu lampau
Kita tak mungkin kembali ke masa lalu
Ket :

· baris 4-5 mengandung majaspersonifikasi; karena hari diandaikan berlaku seperti manusia (menutup pintu)
· baris 3-5 mengandung citraan / imaji visual

Bait II Puisi Surat dari Ibu.


Baris 1
Jika bayang telah pudar
Jika pengalaman yang didapat telah banyak ; digambarkan dengan kata-kata konkret pada baris 1-2 yang menggambarkan hari sudah senja. (Jika bayang telah pudar berarti hari sudah mulai senja / dan elang laut pulang ke sarang juga pada waktu senja). Artinya, pengalaman dan pengetahuan yang didapat sang anak sudah banyak / sudah mencukupi.

Baris 2
dan elang laut pulang ke sarang

Baris 3
angin bertiup ke benua
Angin bertiup ke benua / daratan saatnya para nelayan kembali pulang ke darat; artinya saatnya sang anak kembali pulang.

Baris 4
Tiang-tiang akan kering sendiri
Tiang-tiang akan kering sendiri artinya kedewasaan dan jiwa sang anak sudah kokoh oleh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh

Baris 5

dan nakhoda sudah tahu pedoman
Nakhoda simbol seorang pemimpin yang memimpin kapalnya.
Kapal simbol kehidupan / perjalanan hidup seseorang
Jadi, nakhoda sudah tahu pedoman = pemimpin yang sudah tahu tujuan hidupnya. Sang anak diharapkan sudah tahu tujuan hidupnya

Baris 6
boleh engkau datang padaku!
Maka sang anak boleh menceritakan seluruh pengalaman dan kesuksesannya kepada sang ibu.

Bait III Puisi Surat dari Ibu.

Baris 1
Kembali pulang, anakku sayang
Sang ibu meminta anaknya pulang

Baris 2
kembali ke balik malam!
Kembali untuk menenangkan diri dan beristirahat / berkumpul dengan keluarga
Malam menggambarkan keadaan; saatnya seluruh anggota keluarga berkumpul dan beristirahat bersama

Baris 3
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Jika perjalanan hidup; tujuan hidup sang anak telah tercapai
Digambarkan dengan kapal telah merapat ke tepi (biasanya kapal akan sandar / merapat ke tepi / pelabuhan jika telah sampai tujuan)

Baris 4
Kita akan bercerita
Kita (=sang ibu dan sang anak) saling menceritakan pengalamannya; melepas kerinduan

Baris 5
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari”
Menceritakan hal-hal yang baik (tentang kesuksesan sang anak dan bukan tentang keluhan atau kegagalan yang menyebabkan sang ibu bersedih) digambarkan dengan menceritakan tentang cinta; dan menceritakan rencana hidup sang anak di masa depan.

Makna Puisi Surat dari Ibu

Dari beberapa analisis per bait diatas, tampak dengan jelas keinginan atau amanat Puisi Surat dari ibu adalah Doa seorang ibu, serta harapan seorang ibu agar sang buah hati (anaknya) selalu kuat untuk menghadapi segala cobaan yang akan dihadapi di dunia ini.

Click to comment